Danau Singkarak: Danau Indah Terluas ke 2 di Sumatera

Danau Singkarak
Danau Singkarak

Danau Singkarak dikenal sebagai danau terluas ke-2 di Pulau Sumatera dan menyimpan keindahan luar biasa. Luasnya landscape air dengan latar belakang perbukitan yang hijau di tepi danau, semua yang ada di sekitar Singkarak akan memukau setiap mata yang berkunjung. Danau yang termasuk jenis tektonik ini berawal dari pergerakan lempeng bumi.

Letak danau ini berada di atas sesar Sumatera, tepat di cekungan antara Singkarak dan Solok. Luas danau sekitar 11.200 ha, dengan panjang mencapai 20 kilometer dan lebar sekitar 6,5 kilometer. Kedalaman danau sekitar 268 meter. Kegiatan yang bisa dilakukan wisatawan saat berkunjung ke Singkarak antara lain berenang, memancing, bersampan keliling danau, atau sekedar duduk santai di pinggiran danau untuk menikmati pemandangan.

Air di Danau Singkarak dimanfaatkan pula sebagai PLTA Singkarak. Ada yang berbeda dengan PLTA Singkarak, jika biasanya kebanyakan PLTA terletak di pinggiran danau tetapi PLTA Singkarak justru lokasinya cukup jauh dari Danau sehingga air danau harus dialirkan melewati terowongan panjang yang menembus bukit sampai ke PLTA.

Tahun 1992, PLTA Singkarak dibangun oleh pemerintah sekaligus pembangunan terowongan air dengan panjang 19 kilometer. Terowongan air tersebut menembusi Bukit Barisan. Seorang biologist Jerman bernama Ernst Haeckel disebut-sebut sebagai orang yang pertama kali memperkenalkan danau Singkarak hingga ke mancanegara karena Ernst Haeckel mengadakan penelitian tahun 1905 di Singkarak.

Lokasi dan Rute Menuju Danau Singkarak

Akses jalan menuju Danau Singkarak sangat mudah karena jalan raya di sekitar Singkarak langsung menyusuri pinggiran danau. Danau ini berada diantara Kabupaten Tanah Datar dan kabupaten Solok.

Apabila wisatawan melakukan perjalanan dari Padang, maka jarak yang harus ditempuh sekitar 70 kilometer. Jika perjalanan dimulai dari Padang Panjang, maka butuh waktu sekitar 3 jam untuk sampai di danau ini. Dari Padang, terdapat beberapa pilihan angkutan umum menuju Singkarak diantaranya :

  1. Mini Bus : Dapatkan mini bus dari pul bus Jasa Malindo, kemudian pilih mini bus yang tujuannya kota Solok. Selanjutnya disambung dengan naik angkot arah Singkarak Tembok-Tikakak.
  2. Mobil Travel : Menyewa mobil travel dari Padang, tentunya menjadi alternatif transportasi yang lebih nyaman bagi wisatawan yang masih awam dengan rute kendaraan umum setempat.

Kuliner Khas Danau Singkarak

Banyak tempat makan di sekitar objek wisata Singkarak, yang tentunya tak sekedar mengeyangkan perut pengunjung, tetapi juga memuaskan lidah sebab cita rasa masakan Minang telah terkenal hingga mancanegara. Namun terdapat kuliner khas Singkarak yakni ikan Bilih yang merupakan ikan endemik di Danau Singkarak.

Ikan Bilih ini terbilang cukup unik sebab tidak dapat dibudidayakan di tempat lain dengan rasa ikan yang seenak Bilih Singkarak. Meskipun telah dicoba dibudidayakan di tempat lain, tetapi rasa daging ikan bilih dari tempat lain akan berbeda.

Terdapat beberapa jenis ikan yang hidup di Danau Singkarak seperti ikan asang, sasau, kapiek, gariang, gurame, sepat, gabus, mujair dan lainnya. Akan tetapi ikan bilih menjadi incaran utama nelayan sekitar Singkarak, harga jualnya pun tinggi terlebih lagi bila dipasok hingga ke Jakarta. Ikan Bilih memiliki sisik berwarna perak. Biasanya, ikan ini cukup digoreng kering, tetapi dapat dimasak juga dengan variasi atau cara lainnya.

Spot Bukit Tempat Menikmati Pesona Danau Singkarak

Danau Singkarak dikelilingi oleh Bukit Barisan. Bagi wisatawan yang ingin menikmati indahnya Danau ini dari ketinggian bukit, inilah beberapa spot yang bisa dikunjungi :

  • Puncak Thailand

Mudah untuk mencapai spot ini karena dekat dengan jalan raya. Wisatawan dapat melihat pemandangan indah Singkarak secara menyeluruh. Dahulu puncak ini dinamai puncak Pulau, tetapi berubah nama yakni “Puncak Thailand” karena banyak orang mengatakan bahwa terdapat pemandangan serupa di Negara Thailand. Lokasi Puncak Thailand di Nagari Simawang, Rambatan, Tanah Datar, sebelah kanan Jl. Ombilin.

  • Puncak Aua-Sarumpun

Meski jalan menuju Puncak Aua-Sarumpun cukup sulit sebab belum beraspal tetapi semua terbayarkan dengan keindahan yang akan didapatkan. Panorama Danau Singkarak, gunung Merapi serta jejeran bukit-bukit begitu luar biasa.

Sekitar kawasan Puncak Aua-Sarumpun juga ditumbuhi ilalang yang seolah menjelma jadi padang sabana. Lokasi Puncak Aua-Sarumpun di Nagari Tigo-Koto, Rambatan, Tanah Datar.

  • Puncak Payo

Payo artinya ‘Putaran Angin’ dan disebut Puncak Payo karena angin di kawasan itu bertiup kencang, seolah pengunjung yang datang akan diterbangkan oleh angin. Lokasi ini dianggap sebagai spot paling bagus jika hendak menikmati keseluruhan panorama Singkarak.

Puncak Payo posisinya paling strategis. Terlebih lagi jika cuaca cerah, pengunjung akan disuguhi dengan indahnya Bukit Barisan. Lokasi Puncak Payo di Jorong Payo-Rapuih, Nagari Batipuah-Baruah, Tanah Datar.

  • Puncak Gobah Aripan

Dikelola secara swadaya oleh warga sekitar sehingga minat berkunjung ke tempat ini meningkat dan ngehits di kalangan wisatawan lokal Sumbar. Di sini kita bisa menikmati paralayang ataupun sekedar berfoto di rumah pohon Aripan maupun beberapa spot lainnya. Lokasi: Nagari Aripan, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

  • Puncak Akasia

Di spot bukit ini, pengunjung akan mendapatkan view Gunung Marapi, Danau Singkarak, Gunung Singgalang, Gunung Tandikek, Gunung Talang dan Gunung Sago. Puncak Akasia ini dihiasi pula oleh ilalang yang pastinya akan sangat instagramable bagi pengunjung yang gemar ber swafoto. Lokasi Puncak Akasia di Jorong Kacang, Solok, perbatasan antara Solok dan Tanah Datar.

Menyesap Keindahan di Danau Maninjau

Danau Maninjau
Danau Maninjau

Propinsi Sumatera Barat menyimpan potensi wisata alam yang tidak pernah ada habisnya. Salah satu wisata alam yang populer di tanah Minang adalah Danau Maninjau. Keberadaan danau ini tidak lepas dari legenda Bujang Sembilan yang cukup terkenal. Kisah cinta Giran dan Sani begitu fenomenal dikalangan masyarakat Minang hingga sekarang. Kalau Anda memiliki kesempatan berlibur ke kota Padang, jangan lupa untuk mampir sejenak menikmati keindahan alam danau seluas 99,5 km 2 ini.

Keindahan alam menjadi daya tarik utama Danau Maninjau

Terlepas dari kebenara kisah legenda Bujang Sembilan, Danau Maninjau memiliki daya tarik utama yang tak kalah menarik. Danau terluas nomor sebelas di wilayah Indonesia ini terbentuk karena letusan gunung berapi. Sebuah kaldera tercipta dan membuat danau ini menjadi salah satu spot wisata populer yang ada di Sumatera Barat setelah Danau Singkarak. Dijamin Anda tidak akan menyesal jika memillih liburan akhir pekan ke danau yang berada di ketinggian 459 meter dari permukaan laut ini.

Anda bisa menyaksikan panorama alam danau ini dari Puncak Lawang. Pemandangan alam nan hijau perawan membuat banyak pengunjung terpukau. Arena outbound dan paralayang menambah fasilitas yang bisa Anda nikmati di kawasan Puncak Lawang. Selain itu, kelokan berjumlah 44 dan memiliki banyak kedai yang menghadap langsung ke danau lho! Bayangkan saja menikmati kuliner khas daerah sembari menikmati panorama alam ala Danau Maninjau yang sejuk dan dikelilingi pegunungan.

Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan selama liburan ke Danau Maninjau seperti memancing ikan, naik perahu mengelilingi danau atau sekadar bersantai dan berfoto dengan pemandangan alam sekitar danau. Kalau Anda memiliki kesempatan berlibur ke danau ini, bisa menyempatkan waktu wisata bersamaan dengan adanya tradisi Rakik-rakik. Tradisi atau kebudayaan menyambut hari raya Idulfitri ini selalu dinanti masyarakat sekitar Agam.

Anda bisa menyaksikan perlombaan yang diadakan satu tahun sekali setiap malam takbir Idulfitri tiba. Ada banyak perahu yang dilombakan dengan hiasan cantik seperti rumah gadang, masjid dan model menarik lain. Lampu warna-warni semakin membuat festival Rakik-rakik mampu menyedot animo masyarakat lokal atau luar daerah sekitar Danau Maninjau. Dijmain Anda bakal menyaksikan sebuah kebudayaan menarik yang tidak ada di tempat lain.

Tak hanya bisa menyaksikan keindahan alam danau saja, Anda juga bisa menikmati wisata kuliner khas sekitar Danau Maninjau. Kalau berlibur bersama orang-orang tercinta, ajak mereka menikmati jajanan dari rinuak atau sejenis ikan kecil yang hanya ada di Maninjau. Anda bisa mencoba olahan rinuak dalam bentuk pepes, kerupuk atau ikan goreng. Selain rinuak, pengunjung juga bisa menikmati kuliner khas ala Maninjau yaitu pensi atau sejenis kerang air tawar yang direbus dengan bumbu istimewa.

Yuk, rencanakan liburan Anda bersama keluarga tercinta ke Danau Maninjau, Sumatera Barat! Menikmati secuil surga yang memiliki panorama luar biasa di tanah Minang, kenapa tidak? Semua rasa lelah dan penat Anda akibat aktivitas harian di perkotaan bakal langsung lenyap.

Lokasi dan rute menuju Danau Maninjau

Danau Maninjau berada di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Propinsi Sumatera Barat.

Rute menuju ke Danau Maninjau bisa Anda akses melalui dua jalur pilihan dari Padang Pariaman dengan estimasi waktu tempuh sekitar 2 jam. Anda yang memulai liburan dari Padang, bisa memulai rute menuju ke Bukittinggi melewati kelok 44 yang terkenal dengan pemandangan alam terindah.

Namun, Anda memang butuh waktu berkendara lebih lama dibandingkan rute sisi barat yaitu sekitar 3 jam perjalanan darat kalau memilih melewati kelok 44. Waktu tempuh tersebut tidak akan terasa sebab Anda bisa menikmati hamparan sawah warga setempat. Sebuah perjalanan yang bisa memberikan sensasi berbeda kok. Rute mana yang bakal Anda pilih menuju ke danau eksotis ini?

Jam operasional Danau Maninjau

Danau Maninjau terbuka untuk wisatawan lokal atau asing setiap hari. Kalau Anda ingin melanjutkan liburan menyenangkan dengan wisata di Puncak Lawang Park, wajib membayar tiket senilai 20 ribu rupiah saja sedangkan anak-anak dikenakan biaya 15 ribu. Pemandangan alam danau dari Puncak Lawang wajib Anda abadikan dalam kamera pribadi.

Fasilitas lengkap di Danau Maninjau

Sebagai destinasi wisata andalah Sumatera Barat, Danau Maninjau memiliki fasilitas yang lumayan lengkap seperti penginapan atau hotel, restoran, rumah makan, masjid, pusat oleh-oleh, fasilitas berenang, sepeda air dan lain-lain. Kalau ingin merasakan sensasi liburan lebih menggoda, Anda disarankan untuk berlibur di Puncak Lawang. Di sana, ada banyak wahana permainan yang lebih menantang adrenalin seperti flying fox, jembatan goyang, spot foto yang instagramable dan olahraga paralayang.

Apakah Anda tertarik menikmati liburan asyik ke Danau Maninjau yang ada di Kabupaten Agam, Sumbatera Barat? Rencanakan jadwal liburan menarik Anda bersama keluarga tercinta ke danau yang memiliki pemandangan alam terbaik ini.

Suasana dan Keindahan di Kawasan Objek Wisata Danau Kelimutu

Danau Kelimutu atau yang biasa juga disebut Danau 3 Warna. Gambar danau ini pernah muncul di selembaran uang Rp 5000 edisi lama. Apabila hendak pergi ke Danau 3 Warna, wisatawan membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam perjalanan darat menggunakan kendaraan dari pusat Kota Ende.

Akses jalan menuju lokasi berkelok-kelok dan jalanan kurang mulus. Namun sesampai di lokasi objek wisata Danau 3 Warna, panorama indah akan langsung menyambut Anda dan pastinya jauh lebih indah daripada gambar Danau 3 warna di dalam uang kertas edisi lama.

Keindahan Objek Wisata Danau Kelimutu

Tidak jauh dari tempat parkir, mata wisatawan akan disuguhi pesona hutan wisata yang didominasi deretan pepohonan kemiri yang tingginya setara dua lantai. Dengan dedaunannya yang hijau lebat mirip pohon beringin.

Kawasan di sekitar Danau Kelimutu diselimuti udara sejuk dan sesekali suara serangga tonggeret yang semakin membawa suasana alami menenangkan pikiran. Siapa pun yang ingin melihat keindahan danau ini, maka jalan satu-satunya hanya dengan melalui hutan tersebut.

Setelah menyusuri hutan selama 5 menit, pemandangan tebing bebatuan curam akan menyapa wisatawan. Selain itu, ada pula monyet-monyet penunggu sekitar tebing yang mencoba berinteraksi dengan wisatawan.

Perjalanan dengan berjalan kaki dilanjutkan, maka wisatawan harus menaiki 15 anak tangga yang terbuat dari semen untuk melihat 2 dari 3 danau di kawasan objek wisata Danau Kelimutu ini. Kedua danau tersebut dinamai “Tiwu Ata Polo” dan “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai” oleh masyarakat sekitar.

Tiwu Ata Polo adalah danau kanan jika posisi tubuh kita menghadap ke danau. Tiwu Ata Polo berwarna hitam. Sedangkan danau yang berada di kiri berwarna tosca bernama Tiwu Nuwa Muri Koo Fai. Kedua danau ini posisinya berdampingan, hanya terpisah oleh tebing bagaikantembok pemisahnya. Sejauh mata kita memandang, sekeliling danau hanyalah tebing-tebing bebatuan.

Wisatawan harus menaiki ratusan anak tangga terlebih dulu agar sampai di puncak Kelimutu, tempat dinama satu danau yang terpisah bernama “Tiwu Ata Mbupu”. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, 1 danau di puncak Kelimutu berwarna hijau bening ini merupakan pusat berkumpulnya arwah orang tua yang telah meninggal dan mereka sering melakukan kebaikan semasa hidupnya.

Bagi orang-orang meninggal muda maupun belum menikah, yang sering berlaku baik sepanjang hidupnya, maka masyarakat setempat meyakini arwah mereka akan berkumpul di “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai”. Sedangkan bagi orang-orang meninggal yang sering melakukan perbuatan tercela semasa hidupnya, maka diyakini arwah mereka akan berkumpul di “Tiwu Ata Polo”.

Wisatawan yang datang ke kawasan Danau Kelimutu biasanya tak hanya mengincar keindahan 3 danau, tetapi juga mengincar sunrise indah khas Kelimutu. Perjalanan ke puncak kelimutu memang akan melelahkan karena jalur poker online yang harus dilewati lumayan curam, tetapi semua itu akan tebayarkan setelah matahari terbit muncul pelahan-lahan.

Usahakan tiba di tugu Kelimutu sekitar jam 5 pagi, bila tak ingin ketinggalan sunrise. Pendaran cahaya matahari keluar dari sela-sela perbukitan yang berjajar. Matahari terbit di Kelimutu akan memberikan kenangan tersendiri karena keindahannya yang luar biasa.

Keramah Tamahan Dalam Festival Danau Kelimutu

Danau kelimutu dikenal juga dengan nama danau 3 warna, selain karena masing-masing danau mempunyai warna berbeda-beda, ketiga danau itu warnanya bisa berubah-ubah kapan pun. Para ahli mengatakan bahwa hal itu dikarenakan komposisi material di dalam dasar danau. Akan tetapi, menurut mitos yang beredar di tengah masyarakat perubahan warna danau mengikuti perubahan suasana politik di negara Indonesia.

Festival “Pati Ka” atau festival memberi makan arwah leluhur biasa diadakan setiap tahunnya, bertepatan dengan 14 Agustus. Pemberian makan berupa sesaji yang terdiri dari Wawi dan Moke. “Wawi” yang artinya daging babi dan “Moke” yakni minuman beralkohol yang khas dari daerah sekitar Kelimutu.

Festival “pati ka” dilaksanakan di helipad sebelum tugu kelimutu. Prosesinya dipimpin ketua adat dan diawali tarian adat yakni “tari gawi”, lalu dilanjutkan dengan peletakan sesaji. Festival diakhiri dengan acara penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba jelajah. Selain itu, dalam acara ramah tamah, semua orang yang hadir diajak menari dan berdansa termasuk para wisatawan domestic dan wisatawan mancanegara yang ikut menyaksikan.

Dalam festival Danau Kelimutu suasana kekeluargaan sangat terasa, bahkan wisatawan mancanegara pun ikut antusias. Tak jarang ada saja wisatawan mancanegara yang turut mengenakan pakaian adat setempat yakni atasan “Lawo Lambu” dan sarung sebagai bawahannya. Dan yang terbaik dari semua itu adalah semua yang hadir di festival Kelimutu dipersilahkan untuk makan gratis.

Pesona dan keindahan Danau Kelimutu lebih dari 5000 rupiah. Sangat sayang bila tak disimpan dalam kenangan maupun jepetan kamera, setidaknya sekali seumur hidup.

Danau Tiberias: Antara Sejarah dan Wisata

Danau Galilea biasa dikenal juga dengan nama Danau Tiberias, dalam bahasa Arab disebut Buratayrat īabarīyā, sedangkan dalam bahasa Ibrani disebut Yam Kinneret. Danau ternama ini berada di Israel, dilalui oleh Sungai Yordan. Danau ini begitu terkenal karena disebut-sebut dalam kitab beberapa agama. Dari 1948 hingga 1967, danau ini berbatasan langsung ke timur laut oleh garis gencatan senjata dengan Suriah.

Gambaran Fisik Danau Tiberias

Danau ini memiliki luas permukaan 64 mil persegi (166 km persegi). Kedalaman maksimumnya, diukur di timur laut adalah 157 kaki (48 meter). Apabila dilihat dari ketinggian, danau ini berbentuk buah pir. Dahulu ketinggian permukaan airnya sekitar 686 kaki (209 meter), tetapi selama beberapa dekade volume airnya menurun dan ketinggian permukaan airnya menjadi sekitar 13 kaki (4 meter).

Bagian terbesar dari wilayah ini ditutupi oleh basal yang telah terbentuk sejak Zaman Miosen (sekitar 23 hingga 5,3 juta tahun lalu). Karena lokasinya yang terlindung, ketinggian yang rendah, pengaruh danau itu sendiri dan musim dinginnya ringan dengan suhu rata-rata 57 ° F (14 °C). Tidak adanya suhu beku di kawasan sekitar Danau Tiberias telah memfasilitasi penanaman pisang, kurma, buah jeruk, dan sayuran.

Musim panasnya memiliki suhu panas dengan suhu rata-rata 88 ° F (31 ° C). Danau Galilea mendapatkan pasokan air terutama dari Sungai Jordan. Di dasar danau terdapat banyak endapan mineral. Karena endapan tersebut dan penguapan yang kuat, perairan danau ini relatif asin. Kehidupan ikan di Danau Galilea memiliki kesamaan dengan kehidupan di danau-danau Afrika Timur. Spesies ikan poker88 yang dapat ditemukan termasuk damselfish, blennies tanpa kulit, lele, mouthbreeders dan barel.

Pada abad ke-1, wilayah sekitar Danau Tiberias (Danau Galilea) kaya dan dihuni banyak penduduk. Sejarawan Yahudi Flavius ​​Josephus menulis tentang adanya sembilan kota di tepi danau di zaman kuno, tetapi hanya kota di dekat Danau Galilea yang selamat.

Spot Wisata di Sekitar Danau Tiberias

Perairannya yang sejuk dikelilingi oleh pantai berpasir dan berbatu, terdapat berbagai spot wisata seperti wisata sejarah, alam, arkeologi, rekreasi dan keagamaan yang menyedot banyak pengunjung dari seluruh penjuru dunia. Berikut ini spot-spot wisata yang ada di sekitar Danau Tiberias :

  • Olahraga air dan rekreasi

Akan seperti apa sebuah danau yang populer tanpa kesenangan berwisata? Di sekitar Danau Galilea terdapat restoran terapung, kapal pesiar dengan klub malam, taman hiburan air, permainan kayak atau kano yang semuanya tersedia dan dapat disewa terlebih dahulu di garis pantai, terutama di Pelabuhan Yigal Alon di Tiberias.

  • Sumber Air Panas

Daerah di sekitar Danau Tiberias telah lama terkenal dengan sumber air panas alaminya. Mata Air Panas Tiberias terdiri dari kolam-kolam kuno yang disuplai oleh 17 mata air alami.

Wisatawan dapat menikmati fasilitas pijat, perawatan tubuh menggunakan lumpur, sauna, gym, pemandian ala Turki, kolam termo-mineral dalam dan luar ruangan, hot tub, kolam renang air panas, kolam pribadi dengan area terpisah yang ditujukan bagi pengunjung yang taat beragama, sauna, gym, dan Spa Hamat Gader Hot Springs Bangsa Romawi kuno membangun kompleks pemandian terbesar kedua mereka di Israel sekitar 2.000 tahun yang lalu. Sekarang pengunjung bisa sekaligus mendapatkan berbagai perawatan yang memanjakan.

  • Taman Hamat Gader

Taman ini memiliki lahan seluas 40 hektar. Di taman tropis ini terdapat restoran dan salah satu peternakan buaya terbesar di Timur Tengah, yang menampung sekitar 200 reptil.

  • Taman Nasional Korazim

Terletak di dalam lanskap basal lokal yang menghadap ke Danau Tiberias, situs sersejarah ini berisi sisa-sisa kota kuno Yahudi Korazim yang diawetkan. Wisatawan juga dapat melihat makam syekh Bedouin dan menjelajahi sinagoge basal abad keempat, di mana para arkeolog menemukan “Kursi Musa” bertuliskan bahasa Arab yang digambarkan dalam sumber-sumber kuno sebagai tempat kehormatan.

  • Naharayim

Naharayim adalah pembangkit listrik tenaga air pertama di Israel sebelum Israel berdiri. Namun pembangkit listrik tersebut tidak lagi berfungsi tetapi terbuka untuk tur. Daerah perbatasan ini adalah tempat Israel dan Yordania menandatangani perjanjian damai 1994 mereka.

Terdapat pula sebuah jalan setapak yang indah membawa pengunjung melihat sepanjang bendungan dan air terjun Yarmuk, termasuk jembatan vintage, museum bawah tanah tentang perang Israel sejak 1948, penginapan, pos perbatasan, bus, kereta api dan kendaraan lapis baja.

  • Majraseh

Spot wisata ini mencakup luas 1.750 hektar. Majraseh adalah cagar alam air tawar alami yang terbesar di Israel. Berlokasi di Lembah Bethsaida. Selain cagar alam terdapat kolam, mata air, dan tempat memancing. Apabila berjalan ke Daliyot Stream, wisatawan dapat menaiki tangga menuju hutan eucalyptus. Rute kering alternatif membawa para pejalan kaki di sepanjang tepi selatan ke area piknik di hutan eukaliptus. Lembah Bethsaida juga terhubung dengan kota kuno Bethsaida, tempat para arkeolog menggali peninggalan Zaman Perunggu, Zaman Besi dan menggali sisa-sisa zaman Romawi.

Danau Galilea (Danau Tiberias ) sangat dikenal oleh orang-orang Kristen karena menjadi tempat banyak episode kehidupan Yesus Kristus, termasuk Khotbahnya di Bukit, di mana ia pertama kali memberikan berkat-berkat dari Ucapan Bahagia dan pertama kali mengajarkan Doa Bapa Kami. Wilayah itu juga merupakan situs kibbutz Yahudi pertama. Dalam ajaran islam Danau Tiberias terkait erat dengan pembahasan mengenai akhir zaman.